Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Sam Smith Borong 4 Piala Grammy 2015

Written By Luthfie fadhillah on Monday, February 9, 2015 | 8:07 PM


Los Angeles - Penyanyi pendatang baru Sam Smith mendapat empat penghargaan dalam perhelatan Grammy Awards ke-57 yang berlangsung di Staples Center di Los Angeles, Amerika Serikat. Dari enam nominasi, penyanyi asal Cambribge Inggris ini berhasil membawa pulang empat piala.


Smith dapat penghargaan Best New Artist. Album Smith, "In The Lonely Hour", jadi pemenang kategori Best Pop Album. Sementara lagu "Stay With Me", didapuk sebagai Song of The Year dan Record of The Year.


“Sebelum rekaman, saya sudah melakukan semuanya. Bahkan menurunkan berat badan. Namun pada akhirnya saya sadar saya hanya perlu menjadi diri saya sendiri dan orang-orang pun menyukai musik saya,” kata Smith di atas panggung Grammy 2015,Senin (9/2) atau Minggu malam (8/2) waktu setempat.


Untuk kategori Best New Artist, Smith berhasil menyingkirkan pesaingnya, yaitu penyanyi rap perempuan Iggy Azalea, Bastille, Brandy Clark dan band perempuan Haim.


Sementara di kategori Best Pop Album, nama-nama besar industri musik dunia tidak mampu menyaingi kehebatan album "In The Lonely Hour "milik Smith. Album "Ghost Stories" milik Coldplay, "Bangers" karya Miley Cyrus, "My Everything" milik Ariana Grande, "X" karya Ed Sheeran dan bahkan "Prism" millik Katy Perry, dipecundangi oleh Smith.


Smith naik panggung untuk ketiga kalinya untuk menerima piala miniatur gramaphone saat lagu "Stay With Me" diumumkan menjadi Song of The Year. Lagi-lagi, Smith menyingkirkan penyanyi-penyanyi lain yang mempunyai hits dunia, yaitu Meghan Trainor dengan lagu "All About That Bass", Sia dengan lagu "Chandelier", Taylor Swift dengan lagu "Shake It Off" dan Hozier melalui lagu "Take Me To Church".


Smith kembali membuat pesaingnya cemberut, setelah lagunya "Stay With Me" kembali diumumkan sebagai pemenang kategori Record of The Year. Nama besar yang kali ini dikalahkan Smith adalah Iggy Azalea feat Charli XCX melalui lagu berjudul "Fancy", Sia dengan lagunya "Chandellier", Taylor Swift dengan lagu "Shake It Off " dan Meghan Trainor "All About That Bass".


"Terima kasih sudah membuat saya patah hati dan membuat saya mendapatkan empat penghargaan Grammy," kata Smith.


Di kategori Album of The Year, Smith dikalahkan oleh penyanyi rock Beck dengan album "Morning Phase". Tak hanya mengalahkan Smith, Beck juga berhasil mempecundangi Beyonce Knowles, Ed Sheeran dan Pharrell Williams.


Meski keok di kategori Album of The Year, namun Pharell tidak pulang dengan tangan hampa. Dua piala gramaphone mini berhasil diraihnya melalui gelar Best Music Video dan Best Urban Contemporary Album. Saat menerima penghargaan untuk, Pharrell mengapresiasai para pesaingnya.


“Saya sangat terhormat bisa masuk dalam kategori ini bersama-sama dengan penyanyi hebat. Ini aneh sekali. Saya akan melakukan moonwalk saat turun dari panggung,” kata Pharrell yang tampak tidak mengenakan topi andalannya.


Sang Diva Beyonce Knowles yang masuk enam kategori, hanya berhasil mendapatkan satu penghargaan yaitu Best R&B Song untuk lagu "Drunk In Love" yang dinyanyikan dengan sang suami Jay Z.


Iggy Azallea yang mendapatkan empat nominasi terpaksa pulang dengan tangan hampa. Enimem berhasil menang untuk Best Rap Album, Miranda Lambert mendapatkan piala untuk Best Country Album.


Adapun film "Frozen" membawa pulang dua piala, yaitu Best Compilation Soundtrack For Visual Media (Frozen) dan Best Song Written For Visual Media (Let It Go).


Penulis: Rizky Amelia/MUT


Sumber:Berbagai Sumber


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Penyanyi Ini Putuskan Hamil Lagi di Usia 50 Tahun

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, February 8, 2015 | 8:07 PM


Sophie B Hawkins dilaporkan tengah hamil anak keduanya pada usia 50 tahun. Penyanyi yang memiliki lagu hit berjudul Damn, I Wish I Was Your Lover ini menyatakan bahwa ia menggunakan embrio beku, yang didapatnya dari bank sperma.


"Dashiell membutuhkan seorang saudara kandung," kata Hawkins, mengomentari anaknya yang kini berusia 6 tahun, hasil pernikahannya dengan Gigi Gaston. "Anak saya memiliki satu orang tua berusia 50 tahun. Saya ingin dia memiliki keluarga yang berusia muda juga," tambahnya.


Selama beberapa waktu terakhir, Hawkins memang banyak menghabiskan energi untuk mempertimbangkan lebih serius apakah dia sudah terlalu tua untuk memiliki anak lagi.


"Setiap bangun pagi saya selalu menangis dan berkata, 'Apakah saya terlalu tua? Saya akan segera menuju usia 51 tahun dan memiliki lutut yang rapuh?" katanya kepada People.


"Tapi sekarang saya tidak takut, karena saya merasa sehat dan kuat. Saya rasa itulah kunci bagi siapa saja untuk memiliki anak. Saya sudah lama ingin memiliki anak, sejak Dashiell berusia 1 tahun. Tapi ketika itu saya bekerja terlalu banyak dan ada banyak hal yang terjadi dalam hubungan saya," paparnya.


Penulis: Nessy Febrinastri/FAB


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Sari Narulita Kenang Masa Lalu lewat "Road to Love"

Written By Luthfie fadhillah on Friday, February 6, 2015 | 8:07 PM


Jakarta - Karya kedua Sari Narulita yang menandai come back-nya ke dunia penulisan fiksi terwujud dalam novel berjudul Road to Love. Masih mengambil tema cinta, kali ini Sari menceritakan kehidupan percintaan Tara, seorang aktris yang berlatar di Moskwa, New York, dan Bali.


"Dalam Road to Love, pengalaman perjalanan saya ikut menginspirasi lokasi-lokasi perjalanan yang dilalui Tara," ujar Sari dalam peluncuran buku Road to Love, di Artotel Hotel, Jakarta, Jumat (6/2).


Pernah membintangi 36 judul film, menjadi bekal yang cukup baginya untuk dapat menggambarkan kehidupan seorang aktris. Selain itu, pengalamannya yang juga pernah menjadi seorang jurnalis memberinya banyak kesempatan hadir dalam berbagai acara dan menjelajahi berbagai negara. Ini menjadi bekalnya untuk mengembangkan imajinasi dalam berkarya.


"Dia punya kekuatan sebagai penulis senior yang berpengalaman. Ia juga selalu ikuti perkembangan zaman jadi generasi muda bisa paham maksud tulisannya. Yang utama adalah kekayaan setting dalam novelnya. Ia bisa jelaskan mengenai pekan film di Moskwa. Tidak semua orang bisa melakukannya. Ini karena pengalamannya sebagai bintang film," ujar penulis novel, Andrei Aksana, yang menjadi salah satu pembicara dalam peluncuran buku Road to Love.


Diakui Sari, meski punya bekal pengalaman menjadi aktris, dalam menulis ia kerap membutuhkan suasana yang mendukung untuk mendapat inspirasi. Baginya suasana dapat mendukung kelancaran proses penulisan novelnya.


"Saya selalu cari suasana yang indah. Tujuannya supaya dapat inspirasi. Kurang lebih dua bulan saya mengerjakan novel ini," ujar Sari.


Selain Andrei Aksana, hadir dalam peluncuran buku ini sebagai pembicara, aktris Feby Febiola dan pemimpin redaksi majalah Esquire Indonesia, Dwi Sutarjantono.


Bagi Feby yang juga menekuni dunia aktris, novel Road to Love ini cukup mewakili kehidupannya. Selain itu ia juga menganggap novel ini dapat dijadikan oleh pria sebagai panduan cara memahami wanita.


"Sebagian besar kejadian di novel ini juga pernah saya alami. Cukup mewakili peran seorang aktris. Novel ini juga merupakan cara mudah untuk memahami wanita," ujar Feby Febiola.


Senada dengan yang diungkapkan Feby, Dwi Sutarjantono juga berpendapat bahwa novel ini cocok diberikan kepada pria agar lebih mengerti wanita. Baginya banyak kebiasaan-kebiasaan wanita yang tak mudah dipahami oleh pria tergambar dalam novel ini.


"Saya sudah baca dua kali. Menurut saya pria bisa belajar cara memahami wanita. Banyak ucapan wanita yang justru sebenarnya berlawanan artinya dengan yang mereka ucapkan. Semua itu tergambar lewat novel ini," ujar Dwi.


Sebelumnya, pada pertengahan 2014, Sari lebih dulu menerbitkan kumpulan cerpen berjudul Damn! Lebih Indah dari Cinta. Berbeda dengan novel sebelumnya, pada novel terbarunya ini ia fokus menceritakan satu kisah seorang perempuan yang menemukan cinta di tiga kota di belahan bumi yang berbeda.


Novel setebal 224 halaman ini ini bisa didapatkan dengan harga Rp 50.000 di toko-toko buku terkemuka.


Penulis: Astari Fitria Putri/EPR


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Warna Baru, Alasan Yovie Widianto Bentuk 5 Romeo

Written By Luthfie fadhillah on Thursday, February 5, 2015 | 8:08 PM


Jakarta - Yovie Widianto merasa jumlah grup vokal laki-laki di Indonesia masih sedikit. Sebab itu, pada Februari 2012 ia  membentuk grup vokal laki-laki bernama 5 Romeo yang menonjolkan kualitas suara dari kelima personelnya.


"Mas Yovie merasa saat ini grup vokal laki-laki sangat jarang, bahkan hampir tidak ada di Indonesia. Kalau dulu ada banyak pilihan, seperti Trio Libels dan lainnya," kata Patudu SH Manik, salah satu personel 5 Romeo di Jakarta, Kamis (5/2).


Menurut Patudu, saat ini lebih banyak konsep boyband dan band yang diusung. Yovie ingin menambah warna baru di industri musik Indonesia.


"Mas Yovie terinspirasi David Fosters and Friends saat konser di Indonesia. Dengan begitu, ia mengatakan akan menjadi pionir grup vokal laki-laki dengan menonjolkan kualitas suara," katanya.


Patudu dan keempat personel lainnya, yakni Hendra Purnanto, Adhura Fajar Maulana, Gusty Pratama, dan Rizky Pratama Putra, juga berharap setelah mereka akan banyak grup vokal serupa yang lahir.


"Sebelum terbentuk, kami berlima harus melalui tiga tahapan proses audisi dengan kandidat sekitar 200 orang dari seluruh Indonesia," ceritanya.


Dilanjutkannya, tahapan pertama adalah dengan mengirimkan sampel suara via email, kemudian yang lolos akan dites menyanyi langsung di hadapan Yovie. Tahapan ketiga adalah menyanyikan lagu yang baru saja dibuat Mas Yovie hari itu juga.


"Proses penyaringan memakan waktu sekitar satu tahun. Akhirnya terpilih lima orang dengan warna suara berbeda, tetapi bisa menjadi satu kesatuan," tutur Patudu.


Grup vokal 5 Romeo direncanakan akan merilis album pertama yang diproduseri Yovie tahun ini di bawah label Universal. Pada album pertama berisi lagu-lagi ciptaan Yovie, termasuk lagu remake dari Kahitna yang berjudul Cantik.


Penulis: Kharina Triananda/NAD


8:08 PM | 0 komentar | Read More

Dewan Kesenian Balikpapan Bakal Gelar "Kampoeng Seni 2015"

Written By Luthfie fadhillah on Wednesday, February 4, 2015 | 8:07 PM


Balikpapan - Dewan Kesenian Balikpapan (DKB) memeriahkan Hari Jadi ke 118 Kota Balikpapan yang jatuh pada 10 Februari, dengan menggelar acara seni dan budaya bertajuk "Kampoeng Seni 2015".


"Acara yang bertempat di Monumen Perjuangan Rakyat (MONPERA) Balikpapan itu akan dibuka Minggu (15/2) sekitar pukul 10.00 Wita hingga selesai," kata Ketua Panitia Pelaksana acara tersebut Teguh Suwito di Balikpapan, Rabu (4/2).


Ia mengatakan pergelaran tersebut untuk memperkenalkan beragam kesenian daerah yang ada di Kota Balikpapan kepada masyarakat luas.


"Kegiatan ini juga bertujuan melestarikan seni budaya Bangsa Indonesia agar nantinya tidak punah dan dicaplok serta diakui oleh bangsa luar sebagai kesenian milik mereka," kata Teguh.


Adapun kegiatan yang akan ditampilkan pada kegiatan tersebut, antara lain pergelaran tarian Hudoq dan Barong Sai, kesenian tradisional Kuda Lumping dan Reog.


Selain itu, akan digelar Festival Band se-Kalimantan Timur, lomba baca puisi tingkat SMP dan SMA, lomba melukis dan mewarnai tingkat PAUD, TK, SD dan SMP.


Penulis: /LIS


Sumber:Antara


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Nugie: Lagu Anak-anak Masih Kurang Diapresiasi

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, February 3, 2015 | 8:07 PM


Jakarta - Penyanyi Nugie menyayangkan bahwa industri musik di Indonesia masih sulit menerima lagu anak-anak. Hal itu terbukti saat band, The Dance Company, dimana Nugie adalah salah satu personelnya, mengeluarkan album The Dance Company for Kids yang ternyata album tersebut kurang diapresiasi oleh berbagai pihak.


"Contohnya pihak televisi mengatakan bahwa tidak ada segmennya untuk lagu-lagu kita, padahal mereka punya program acara pencarian bakat anak-anak. Tapi, ternyata di acara tersebut tidak diperdengarkan lagu anak-anak," pungkas Nugie pada jumpa pers di Jakarta, Selasa (3/2).


Album mereka yang berisi delapan lagu anak-anak tersebut juga ditolak di beberapa radio dengan alasan yang sama. Dengan begitu, Nugie mengatakan bahwa memasarkan lagu anak-anak termasuk perjuangan The Dance Company untuk memberi hiburan yang pas untuk anak-anak.


"Ya itulah yang terjadi di industri musik kita. Sangat disayangkan," imbuh Nugie.


Namun begitu, Nugie mengatakan bahwa isu yang menyangkut anak-anak adalah prioritas baginya. Jadi, ia akan selalu berusaha ikut serta dalam aktifitas apapun yang menyangkut anak-anak.


Penulis: Kharina Triananda/AF


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Pengacara: Sejak Direhabilitasi, Tessy Jadi Mudah Marah

Written By Luthfie fadhillah on Monday, February 2, 2015 | 8:07 PM


Jakarta - Kasus narkoba yang sedang dihadapi komedian Tessy "Srimulat" membuatnya harus menghuni pusat rehabilitasi narkoba di kawasan Lido, Sukabumi, Jawa Barat. Kenyataan ini membuatnya sulit untuk bersikap biasa.


"Saya beberapa kali ngobrol dengan beliau. Saat saya tanya apa yang jadi keinginannya sekarang, beliau selalu jawab cuma punya satu keinginan, yakni 'Aku mau pulang'. Saya juga berusaha kuatkan Mas Tessy untuk selalu bersabar menghadapi hal ini, sambil menunggu proses penyidikannya selesai," ujar pengacara Tessy, Taufik Husni, saat dihubungi melalui telepon, Senin (2/2).


Dilanjutkan Taufik, kondisi Tessy selama menghuni panti rehabilitasi Lido cukup baik. Meski diakuinya, Tessy saat ini jadi pendiam dan sering marah-marah. "Secara kondisi fisik, beliau sehat. Namun, saat ini beliau jadi pendiam dan mudah tersinggung. Beliau mudah marah sekarang. Terkadang, saat istrinya datang, dia jadi marah-marah," tuturnya.


Dituturkan pula, selama menjalani proses rehabilitasi tak banyak teman yang dimiliki oleh komedian senior di grup lawak Srimulat itu. "Beliau cenderung menyendiri, belum mau bergaul, mudah tersinggung. Kalaupun ada, yang diajak bicara hanya beberapa, kayak artis Roger Danuarta yang kini juga lagi menghuni panti rehabilitasi. Roger memang menemani Mas Tessy sejak awal Mas Tessy masuk ke panti rehabilitasi," tutupnya.


Tessy harus mendekam di panti rehabilitasi Lido, Sukabumi usai ditangkap Polisi pada 23 Oktober 2014 yang lalu. Dari tangan Tessy, polisi menyita 1,06 gram barang bukti narkoba jenis sabu. Saat ditangkap, Tessy sempat melakukan aksi percobaan bunuh diri dengan meminum cairan pembersih toilet meski akhirnya ketahuan dan sempat dilarikan ke RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur lalu dipindahkan ke Panti rehabilitasi di Lido, Sukabumi.


Penulis: Chairul Fikri/NAD


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Tarian "Soundtrack" Ufa Sofura dalam "Cerita Cinta Dance Cinema"

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, February 1, 2015 | 8:07 PM


Jakarta - Terinspirasi dari soundtrack film-film fenomenal Indonesia, Ufa Sofura seorang penari dan koreografer memadukan tarian melalui pertunjukan bertajuk Cerita Cinta Dance Cinema di Auditorium Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta, Minggu (1/2).


Tarian dapat menginterpretasikan suatu situasi, bahkan soundtrack film sekalipun bisa menjadi ide untuk seseorang menciptakan tarian. Dengan film ber-genre drama atau drama percintaan, Ufa menghadirkan tari-tarian indah bertemakan cinta.


Cinta di sini bukan hanya sekedar cinta sepasang kekasih pada umumnya, tetapi juga meliputi cinta agama, cinta keluarga, cinta sekolah, cinta persahabatan, cinta bangsa dan juga cinta budaya.


Ufa Sofura berkolaborasi dengan penari-penari dari berbagai manajemen dan sekolah tari di Jakarta, meliputi Gigi Art of Dance, MOU, P7 Crew, USDC, Alpha Plus, Interlude, Steps Dance Academy, dan Forever Dance Crew. Mereka semua digabungkan agar dapat menjalin kerja sama dan saling memotivasi antara sesama manajemen tari yang cukup berperan di industri tari.


Pertunjukan berdurasi 40 menit ini dibuka dengan tarian lagu Jagoan dari film Petualangan Sherina yang ditampilkan oleh tiga penari wanita dan tiga penari pria, lengkap dengan kostum seragam SD serta tas sekolahnya.


Kemudian dihadirkan juga tarian lagu Di Mana Malumu yang ditampilkan oleh lima wanita, sesuai dengan tokoh-tokoh yang ada di film Ada Apa Dengan Cinta.


Selain itu, Ufa dan Collaboration of Dancers juga menyuguhkan tari-tarian dari lagu seperti Jalan Cinta dari film Ayat Ayat Cinta, Merpati yang Terluka dari film 7hari/24jam, Cinta Sejati dari film Habibi Ainun, dan Mengejar Matahari dari film Mengejar Matahari.


Selain itu, juga Cinta Terlarang dari film Arisan, Instrumen Betawi dari film Ca Bau Kan, Instrumen Jawa dari film Sang Penari, Gie dari film Gie, Indonesia Tanah Air Beta dari film Soekarno, dan Laskar Pelangi dari film Laskar Pelangi.


“Saya sangat antusias sekali menggabungkan beberapa komunitas tari Indonesia. Saya harap kami dapat terus bersatu memajukan dan mengembangkan seni tari di Indonesia. Semoga para penonton dapat terhanyut ke dalam gerak tarian yang menggambarkan arti lagu, “ ujar Ufa Sofura.


Dari sekedar hobi sewaktu sekolah hingga memulai menjadi penari industri di tahun 2007 hingga saat ini, Ufa Sofura sudah mendapatkan berbagai penghargaan sebagai Best Dancer.


Ufa juga berpengalaman dalam menari untuk beberapa acara dan pertunjukan seperti menari untuk misi budaya di Amerika dan berbagai pertunjukan musikal. Ia juga mendapat beasiswa dari Shine with Charm untuk mengikuti workshop tari intensif Urban Dance Camp di Lörrach, Germany.


Kegiatannya saat ini adalah mengajar di Gigi Art of Dance sebagai pengajar tetap dan menjadi freelance choreographer di berbagai acara.


Penulis: Eko Priyatmono/EPR


Sumber:PR


8:07 PM | 0 komentar | Read More

re:ON Angkat "Bullying" dalam Versi Komik

Written By Luthfie fadhillah on Saturday, January 31, 2015 | 8:08 PM


Jakarta - Pengalaman pahit di-bully di sekolah, pastinya tidak akan pernah terlupa. Khususnya jika pengalaman tersebut dirasakan ketika Anda remaja. Namun, bukan berarti pengalaman pahit itu menjadi momok atau penghalang bagi Anda untuk berkembang, atau menjadi pribadi yang menyenangkan. Justru jadikanlah pengalaman pahit itu sebagai cerita yang mewarnai hidup Anda. Dan siapa tahu, berkat pengalaman itu Anda menjadi orang yang lebih menyenangkan.


Berkaca dari banyaknya pengalaman di-bully oleh para remaja, komikus di re:ON Comics pun tergugah untuk mengangkat tema ini menjadi cerita komik. Inspirasinya datang dari Reonites (sebutan komunitas penggemar komik re:ON) yang ada di laman www.facebook.com/reoncomics.


Dari pantauan, hingga hari ini ada 325 komentar dan lebih dari 1.300 likes pada postingan yang diunggah 14 Oktober 2014 yang lalu (dapat dibaca di http://on.fb.me/1CJh815). Ratusan Reonites itu membuat status mengenai pengalaman di-bully, sementara beberapa lainnya menanggapi dan kadang bersahut-sahutan atau sekadar menunjukkan rasa simpati dan menyerukan agar kasus bully di sekolah lebih diperhatikan.


“Sepatu disembunyiin dan hanya dikembalikan dengan ancaman harus kasih duit. Kalau jalan sering dihalangin kaki hingga saya tersandung. Setiap pembagian kelompok tugas tidak ada yang mau menerima saya,” tulis sebuah akun bernama Fatimatuz Nurul Amin.


Dalam komentar lainnya, Choir Firansyah pun berkisah tentang pengalamannya, “Saya sering di-bully waku SD gara-garanya karena hanya saya yang berkacamata di kelas.”


Seorang Reonite lain bernama Agung Tio juga ikutan nimbrung, “Dulu pernah dikerjain pake makanan yang sudah jatuh, buku gambar disobek-sobek, dan sepeda dimasukin ke tempat sampah.”


Menurut komikus yang juga editor in-chief re:ON Comics, Chris Lie, banyaknya tanggapan mengenai bully di sekolah ini membuat re:ON tertarik untuk mengangkatnya menjadi sebuah cerita komik.


“Terus terang kami prihatin juga ternyata banyak remaja kita yang mengalami perlakuan tidak baik dari teman-temannya di sekolah. Kami ingin mengangkat kasus ini supaya lebih mendapatkan perhatian dan berencana untuk membuatnya menjadi komik. Dan juga diharapkan agar para orangtua lebih menaruh perhatian mengenai hal bully-mem-bully ini,” kata Chris di Jakarta, Sabtu (31/1).


re:ON Comics, menurut Chris Lie, bukan hanya tempat berkumpulnya para komikus Indonesia, tapi menjadi tempat generasi muda Indonesia mengasah kreatifitas, sekaligus menjadi tempat yang positif dalam menampung aspirasi generasi muda. Salah satu wadahnya adalah grup Facebook bernama Reonites yang telah hampir mencapai 4.000 member dalam waktu kurang dari dua bulan sejak dibuka.


Kepedulian dalam bentuk nyata juga sudah ditunjukkan re:ON Comics selama ini dengan menggelar berbagai talkshow dan demo menggambar di sekolah dan kampus, menyediakan wadah bagi karya komikus pemula, serta memberikan berbagai tips pembuatan komik.


re:ON Comics sendiri didirikan Chris Lie, Andik Prayogo, dan Yudha Negara Nyoman.



Suara Pembaruan


Penulis: Elvira Anna Siahaan/EPR


Sumber:Suara Pembaruan


8:08 PM | 0 komentar | Read More

2 Kali Tertipu, Cynthiara Alona Kapok Bisnis Investasi

Written By Luthfie fadhillah on Friday, January 30, 2015 | 8:08 PM


Jakarta - Cynthiara Alona mengaku kapok menjalankan bisnis investasi. Pasalnya, ia sudah mengalami penipuan yang dilakukan teman bisnisnya. Tak hanya satu, namun dua kali. Hal itu terjadi pada 2014 lalu.


"Pertama aku kena tipu Rp 1,1 miliar dalam bisnis investasi mineral solar, sekitar bula Mei 2014. Kedua, sekitar bulan Juli 2014, aku juga ketipu sama temen yang menjanjikan bisnis investasi kontraktor senilai Rp 1,35 miliar. Keduanya telah aku laporkan kepada Polda Metro Jaya. Alhamdulillah satu kasus sudah terungkap dan tersangkanya tertangkap yakni yang bisnis kontraktor," ungkap Cynthiara, saat di temui di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/1).


Akibat kasus penipuan itu, wanita yang juga seorang model itu, mengaku, mengalami kerugian yang tidak sedikit.


"Aku yang awalnya berangan-angan sekarang hanya bisa gigit jari. Makanya kapok banget, mending bisnis yang kecil-kecil sajalah walaupun untungnya sedikit tapi jelas," lanjutnya.


Cynthiara Alona sendiri berharap masyarakat belajar dari kasus yang dihadapinya itu. Karena para pelaku kejahatan akan selalu mengintai dan mencari titik lemah korbannya melalui berbagai trik dan cara.


"Jangan sampai kena tipu bisnis investasi yang menjanjikan keuntungan yang besar dalam sesaat. Itu biasanya bohong. Sekarang aku hanya berharap kedua kasusku bisa diselesaikan dan uangku bisa kembali. Aku nazar kalau kasusku semuanya selesai, mau bangun sebuah rumah ibadah di kampung halaman ibuku," tutup Alona.


Penulis: Chairul Fikri/EPR


8:08 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger