Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Polri Blokir 4 Rekening Terkait Kasus Suap Pajak

Written By Luthfie fadhillah on Tuesday, October 22, 2013 | 8:10 PM






JAKARTA, KOMPAS.com - Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri telah memblokir rekening milik mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan berinisial DT dan TH. Pemblokiran dilakukan berkaitan dengan proses penelusuran aset milik kedua tersangka kasus penerimaan suap terkait penanganan restitusi (pengembalikan kelebihan pembayaran) pajak sebesar Rp 21 miliar yang seharusnya dibayarkan PT Surabaya Agung Industry Pulp and Paper (SAIPP).

Selain rekening milik kedua orang tersebut, Wakil Direktur Dittipideksus Bareskrim Polri, Kombes Pol Rahmad Sunanto mengatakan, ada dua rekening lain yang turut diblokir oleh Bareskrim Polri. Salah satu dari dua rekening tersebut yakni milik Komisaris PT SAIPP berinisial B, yang sebelumnya juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini.

"Satu rekening lagi adalah milik rekan mantan dua pegawai pajak itu," kata Rahmad di Mabes Polri, Selasa (22/10/2013).

Saat disinggung jumlah saldo yang terdapat pada rekening yang diblokir penyidik, Rahmad enggan mengungkapkannya. Ia hanya mengatakan, jika pemblokiran tersebut diperlukan untuk melacak apakah ada kemungkinan terjadi upaya pencucian uang atas suap yang diberikan.

"Kami melanjutkan proses penyidikan untuk melakukan asset tracking atas kasus ini. Asset tracking dilakukan untuk mencari barang bukti yang merupakan hasil pencucian uang yang bersifat ekonomis," katanya.

Rahmad mengungkapkan, dalam penangakapan kemarin, petugas menyita sejumlah barang bukti yaitu berupa dokumen ekspor impor, laporan transaksi keuangan, dan dokumen rekening yang bersangkutan.

Sebelumnya, DT dan TH ditangkap lantaran diduga menerima suap dari Komisaris PT SAIPP berinisial B sebesar Rp 1,6 miliar saat keduanya masih bekerja sebagai pegawai pajak. Suap tersebut diberikan untuk penanganan kepengurusan restitusi pajak senilai Rp 21 miliar. Selain menangakap keduanya, Bareskrim juga menangkap B yang diduga memberikan suap kepada T dan D.

Akibat perbuatan ketiga tersangka, mereka diancam akan dijerat dengan Pasal 5, 11, dan 12 Undang-Undang Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) serta Pasal 3 dan 6 Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

"Saat ini ketiga tersangka telah menjalani proses penyelidikan dan dilakukan penahanan oleh penyidik," kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol Ronny Franky Sompie melalui pesan singkat yang diterima wartawan, Senin (21/10/2013) malam.




Editor : Hindra Liauw
















8:10 PM | 0 komentar | Read More

Teater Koma Pentaskan Lakon "Ibu" Selama 17 Hari


Jakarta - Teater Koma yang sudah berusia 36 tahun kembali mempersembahkan sebuah pertunjukan yang juga merupakan produksi ke-131 dengan lakon Ibu.


Pentas yang didukung oleh Djarum Apresiasi Budaya ini, akan digelar di Graha Bhakti Budaya Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta, mulai 1 hingga 17 November 2013.


Pertunjukan Ibu ini disadur dari karya dramawan Jerman, Bertolt Brecht, berjudul Mutter Courage und ihre Kinder atau Mother Courage and Her Children. Lewat lakon yang berkisah tentang perang abad ke-17 ini, Teater Koma ingin mengajak kita untuk merenungkan kembali apakah ada pihak yang benar-benar meraih untung dalam sebuah peperangan. Sebab kata Bertolt Brecht, 'Dalam perang, yang kalah dan yang menang hanya akan menerima kerugian. Semuanya kalah.'


Sang penyadur naskah yang juga bertindak sebagai sutradara, Nano Riantiarno menjelaskan, lakon Ibu ini berkisah tentang sosok Ibu Brani yang mencium peluang bisnis di tengah perpecahan yang melanda negaranya. Tanpa peduli pada kehancuran dan kebobrokan yang ada di sekitarnya. Ibu Brani bertekad meraih untung dari perang dan berharap perang tidak pernah berakhir. Namun ketika kedua putranya direkrut menjadi tentara, Ibu Brani tertatih menuju ketidakpastian, antara meraih ambisinya atau menjadi korban perang.


"Tema ini sangat sesuai dengan keadaan masyarakat kita yang dirundung ketidakpastian antara idealisme maupun realitas," kata Nano Riantiarno saat ditemui di Jakarta, Selasa (22/10).


Naskah ini diakui Nano sudah diterjemahkan sejak Mei 1987. Rencananya Teater Koma juga akan memainkannya sesudah menggelar The Threepenny Opera pada 1983. Namun karena ada banyak kendala, sehingga pementasan tidak jadi dilakukan.


Pada 1992, lanjut Nano, Teater Koma juga sempat memainkan karya Bertolt Brecht yang lain berjudul The Good Person of Sechzwan atau Tiga Dewa dan Kupu-kupu, lalu memainkan The Threepenny Opera lagi pada 1999.


"Tahun 2009, kami sebetulnya merasa siap mementaskan Ibu. Naskah itu juga sudah saya revisi lagi, tapi rasanya belum cukup," akunya.


Namun di tahun ini menjelang pemilu legislatif yang akan digelar tahun depan, Nano merasa kalau ini adalah tahun yang sangat penting sehingga lakon Ibu harus dipentaskan.


"Naskah ini saya revisi lagi dan berdasar hasil revisi ulang itulah naskah ini kemudian dipentaskan. Dan kalau kita cermati, sebetulnya cerita ini sangat dekat dengan kita dan juga terjadi di sekeliling kita," jelasnya.


Pertunjukan ini akan melibatkan 45 pemain, 11 pemusik, dan sekitar 100 kru dari Teater Koma dan Graha Bhakti Budaya TIM. Ibu Brani yang menjadi sentral cerita akan diperankan oleh Sari Madjid. Dia memang sudah sangat akrab dengan penonton Teater Koma dan telah memainkan peran Engtay sebanyak 80 kali dalam lakon Sampek Engtay sejak 1988 hingga 2004. Aktor dan aktris kawakan Teater Koma lainnya yang juga terlibat seperti Rita Matu Mona, Dorias Pribadi, Alex Fatahillah, Daisy Lantang, Supartono JW dan Budi Ros.


"Kisah Ibu Brani merupakan refleksi bagi diri kita sendiri, di tengah kekisruhan dan ketidakpastian dalam berbagai aspek kehidupan, apakah kita masih akan mempertahankan ambisi pribadi untuk mengambil keuntungan dari kekacauan yang ada dibanding mengulurkan tangan untuk membantu sesama," tutur Sari Madjid.


Diakui Renitasari Adrian selaku Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, selama 36 tahun keberadaannya, Teater Koma memang telah banyak melahirkan para seniman yang produktif untuk mengembangkan dan memajukan seni pertunjukan di Indonesia.


"Di Indonesia, tidak banyak yang mampu menggelar pertunjukan berminggu-minggu, dan Teater Koma merupakan salah satu yang konsisten memproduksi karya-karya yang berkualitas," ujar dia.


Pementasan Ibu akan digelar selama 17 hari dan dimulai pukul 19.30 Wib dengan durasi 3 jam 20 menit. Untuk harga tiket; Senin - Kamis mulai Rp 100.000 - Rp 300.000, dan Jumat - Minggu mulai Rp 75.000 - Rp 250.000.


8:07 PM | 0 komentar | Read More

Polisi: Video Mesum Siswi SMP 4 Suka Sama Suka

Written By Luthfie fadhillah on Monday, October 21, 2013 | 8:53 PM






JAKARTA, KOMPAS.com — Pihak kepolisian melihat kasus video mesum pelajar SMPN 4 Jakarta tidak ada unsur pemaksaan. Polisi menyimpulkan, isi dalam video tersebut dilakukan suka sama suka.

"Kita menyimpulkan sementara, yang terlihat bukan sebuah pemaksaan. Kelihatan seperti suka sama suka sehingga harus dikonfirmasi lagi ke pihak-pihak yang terlibat," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Rikwanto di Mapolda Metro Jaya, Senin (21/10/2013).

Sebelumnya, orangtua AE, siswi SMP 4, melaporkan bahwa anaknya dipaksa berhubungan intim dengan seorang temannya. Kejadian tersebut bahkan sengaja direkam dengan telepon genggam temannya yang lain.

Peristiwa terjadi pada Jumat (13/9/2013) pukul 11.50. Saat itu, AE tengah turun dari kelasnya, ketika jam pelajaran usai. Sesampainya di lantai dasar, teman korban, A, mengajaknya ke salah satu ruangan untuk bertemu dengan teman lainnya, yakni CN, CD, DN, IV, dan WW.

Ketika korban masuk, selain ada teman-teman yang disebut tadi, ternyata sudah ada seorang pria yang merupakan adik kelas mereka, FP. Kemudian, A langsung menyuruh AE untuk berhubungan intim dengan FP.

Teman-teman yang lainnya merekam dengan menggunakan telepon genggam. Menurut keterangan tersebut, A juga mengancam AE dengan menggunakan pisau dan akan melukainya jika tidak melakukan apa yang ia suruh. Bahkan A mengancam AE akan menyebar video yang telah direkam teman-temannya.

Polisi mengaku kesulitan meminta keterangan dari AE. Sejak melaporkan kejadian ini ke Polres Metro Jakarta Pusat, hingga kini mereka belum kembali ke rumahnya.

"Selain itu, pemeran pria dalam video tersebut sampai sekarang belum masuk sekolah. Kita samper ke rumahnya juga tidak ada siapa-siapa dan dikunci," kata Rikwanto.

Saat ini polisi tengah memeriksa 12 saksi, yaitu seorang penjaga sekolah, guru BP SMP 4, dan 10 siswa yang ikut merekam dan menonton video tersebut.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:53 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi Akan Hadirkan \'Bebek-Bebekan\' di Waduk Ria Rio






JAKARTA, KOMPAS.com - Gubernur DKI Joko Widodo tak setengah-setengah menata Waduk Ria Rio, Pulogadung, Jakarta Timur. Jika proses penataan taman rampung, dia akan menambahkan wisata air, yakni berupa perahu bebek di waduk.


"Ada wisata airnya, ada bebek-bebekan. Nggak cuma itu, ada uler-uleran juga," ujar Jokowi saat berkunjung ke waduk itu, Senin (21/10/2013).


Jokowi menjelaskan, masyarakat di DKI Jakarta perlu disosialisasikan pentingnya ruang terbuka hijau bagi pusat aktivitas. Salah satunya adalah dengan membuka fasilitas soal aktivitas warga di sejumlah ruang terbuka hijau, termasuk wisata air.


Dengan begitu, warga memiliki 'budaya taman', seperti dikutip dari pengamat perkotaan Universitas Trisakti, Nirwono Joga. Menurutnya budaya taman adalah kondisi masyarakat yang menjadikan taman sebagai salah satu pusat aktivitasnya sehari-hari. Mulai dari bermain, belajar hingga soal interaksi sosial.


Jokowi juga sempat melontarkan candaan bahwa warga bisa berenang di waduk seluas 8 hektar tersebut. Wartawan pun nyeletuk "enggak gatel-gatel apa Pak?"  Jokowi pun menjawab, "Lah kan ditanya, bisa dibuat berenang atau enggak, ya saya jawab iya bisa, tapi gatel-gatel," ujarnya.


Baru 20 Persen


Di waduk tersebut, Jokowi sempat berkeliling di sisi selatan, sisi yang tamannya mulai ditata. Bau tak sedap pun mengiringi langkah sang gubernur melihat sisi timur, sisi di mana sebagian rumah warga masih tampak berdiri. Sementara, di sisi sebelahnya, area waduk tampak telah bersih.


"Aduh, pusing, bau dari mana ya ini," ujar Jokowi sambil menutup hidungnya di tepi waduk tersebut.


Jokowi memprediksi, bau tersebut berasal dari sampah atau limbah yang ada di waduk tersebut. Ia mengatakan, hingga saat ini, penataan baru 20 persen rampung. Ia pun yakin jika penataan taman selesai, bau seperti itu tak tercium lagi.


Sebelumnya diberitakan, kawasan Waduk Riario akan ditata oleh empat instansi. Sisi barat, timur dan utara akan dibangun oleh Dinas Pertamanan dan Pemakaman. Sedangkan sisi selatan, akan dikerjakan oleh PT Jakarta Propertindo.  Adapun, normalisasi waduk akan dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum. Semuanya menggunakan APBD. 





Editor : Eko Hendrawan Sofyan


















8:29 PM | 0 komentar | Read More

Perpanjang Masa Penahanan Akil dan 5 Tersangka Lain






JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Pemberantasan Korupsi memperpanjang masa penahanan Ketua Mahkamah Konstitusi nonaktif, Akil Mochtar selama 40 hari ke depan. Akil merupakan tersangka dalam kasus dugaan suap kepengurusan sengketa pemilihan kepala daerah yang bergulir di MK.

Selain Akil, KPK memperpanjang masa penahanan lima tersangka lainnya, yakni anggota Dewan Perwakilan Rakyat Chairun Nisa, pengusaha Cornelis Nalau, calon Bupati Gunung Mas Hambit Bintih, Tubagus Chaeri Wardana yang merupakan adik dari Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah, serta pengacara Susi Tur Andayani.


“Diperpanjang selama 40 hari ke depan,” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di Gedung KPK, Jakarta, Senin (21/10/2013).

Menurut Johan, perpanjangan penahanan dilakukan terkait dengan proses penyidikan kasus tersebut. Keenam tersangka ini ditahan KPK sejak 3 Oktober 2013. Selain Cornelis dan Hambit yang ditahan di Rumah Tahanan Guntur Jakarta Selatan, empat tersangka lainnya ditahan di rumah tahanan di Gedung KPK, Jakarta.


Dalam kasus ini, Akil ditetapkan sebagai tersangka penerima suap terkait dengan penanganan sengketa pilkada di Lebak, Banten, dan Gunung Mas, Kalimantan Tengah. Untuk kasus Lebak, Akil diduga menerima Rp 1 miliar dari Tubagus melalui Susi. Sementara terkait sengketa Gunung Mas, Akil dan Chairun Nisa diduga menerima suap Rp 3 miliar dari Cornelis dan Hambit.





Editor : Hindra Liauw


















8:10 PM | 0 komentar | Read More

Anisa Beberkan Alasan Keluar dari Cherrybelle


Jakarta - Anisa Rahma akhirnya memutuskan keluar dari girlband Cherrybelle yang membesarkan namanya. Banyak yang penasaran mengapa Anisa akhirnya membuat keputusan itu.


Setelah bungkam, Anisu pun membeberkan alasannya keluar Cherrybelle. Ia mengungkapkannya tidak secara resmi, tapi melalui akun Twitter pribadinya@AnisaChibi, Senin (21/10)


"Pagii temen2 dan twibi twiboy, maaf ya.. aku gabisa nerusin lg di Cherrybelle, mau melanjutkan kuliahku yg udah tertunda slama di chibi," tulis Anisa Rahma di Twitter.


Dara 23 tahun itu menegaskan bahwa apa keputusan yang membuat personel Cherrybelle sudah dipikirkan sejak secara matang. Ia memang mengaku berat.


"Keputusan aku pastinya udh dipikirkan dan dipertimbangkan matang2 yang terbaik untuk semua. Memang berat awalnya buat nerima keputusan ini," tulisnya.


Lebih lanjut Anisa berjanji akan tetap melanjutkan karier di dunia hiburan. Namun itu akan dilakukannya setelah ia menyelesaikan bangku kuliah.


"Makasih dukungannya selama 2,5 tahun mulai dari perjalanan awal chibi debut sampe jadi sebesar ini, buat aku chibi&twibies akan slalu ada dihati aku," tutupnya.


8:07 PM | 0 komentar | Read More

China Raih Gelar Pertama di Denmark Terbuka

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, October 20, 2013 | 8:53 PM





JAKARTA, Kompas.com - China meraih gelar juara di nomor tunggal puteri setelah  wang Yihan mengalahkan Sung Ji Hyun di babak final Denmark Terbuka Super Series Premier, Minggu (20/10/2013).

Dalam pertandingan di Odense Sports Park, Odense tersebut, Wang yang diunggulkan  di tempat kelima ini mengalahkan Sung dalam rubber game 16-21, 21-18, 22-20.

Dalam turnamen yang berlangsung sejak 15/10 ini, Sung Ji Hyun menempati unggulan keenam.

Pertandingan antara Wang dan Sung berlangsung maraton selama 1 jam 23 menit. Kedua pemain berbagi dua gim pada gim pertama dan kedua. Di gim ketiga, seilih angka juga berlangsung ketat sebelum wang menang 22-20.

Dengan hasil ini, China dan Korea sementara berbagi gelar juara di Denmark Terbuka Super Seeies Premier 2013. Sebelumnya, Korea merebut gelar juara ganda putera setelah Lee Yong Dae/Yoo Yeon Seong mengalahkan unggulan pertama asal Indonesia, Muhammad Ahsan/Hendra Setiawan 21-19, 21-16.


Sumber : tournamentsoftware



Editor : Tjahjo Sasongko















8:53 PM | 0 komentar | Read More

Ketahuan Buang Sampah Sembarangan, Denda Rp 100.000






JAKARTA, KOMPAS.com - Warga Jakarta akan dilibatkan langsung dalam pengelolaan sampah. Ke depannya, akan diterapkan reward and punishmentdalam menjaga kebersihan di Ibu Kota.

Menurut Unu, reward diberikan ke kawasan-kawasan yang bisa mengelola sampah 3R (reuse, refuse, recycle) dengan baik. Sementara di sisi lain, masyarakat yang membuang sampah sembarangan akan ditindak tegas dengan diberi sanksi.


"Sanksi yakni pidana tiga bulan dan denda Rp 100-500 ribu," kata Kepala Dinas Kebersihan DKI Jakarta Unu Nurdin, saat dihubungi, Minggu (20/10/2013).


Selain ke warga masyarakat, lanjut Unu, reward and punisment juga diterapkan di kantor-kantor perusahaan dan instansi pemerintah. Untuk perusahaan atau instansi, apabila diketahui ada yang membuang sampah di sembarang tempat, akan dikenakan denda Rp 10-50 Juta. Pengawasan dilakukan sampai ke tingkat kantor kelurahan.


Nantinya, Dinas Kebersihan akan bekerjasama dengan institusi Satuan Polisi Pamong Praja dan Polri. Penegakan itu sendiri berlandaskan Undang-Undang Nomor 18 tahun 2008 tentang Lingkungan Hidup dan Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2013 tentang Pengolahan Sampah.


"Nanti ada CCTV juga untuk pengawasan," tegas Unu.


Lebih lanjut, kata Unu, kebijakan tersebut akan diterapkan paling lambat awal Januari 2014. Sebelumnya, akan dilakukan lebih dahulu sosialisasi ke masyarakat.





Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:29 PM | 0 komentar | Read More

Tolak Minta Maaf soal Subur, Rahmad Merasa Dizalimi






JAKARTA, KOMPAS.com - Pengurus Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) M Rahmad menolak meminta maaf terkait beredarnya informasi penculikan Mantan Ketua Umum Partai Demokrat Subur Budisantoso oleh Badan Intelijen Negara (BIN). Sebaliknya, dia merasa dizalimi atas beredarnya informasi tersebut.

"Yang dizalimi itu saya oleh bapak-bapak yang berkomentar di media. Saya dituduh fitnah," kata Rahmad usai jumpa pers di Kantor PPI, Duren Sawit, Jakarta Timur, Minggu (20/10/2013).

Pihak yang dimaksud Rahmad antara lain juru bicaranya, Julian Aldrin Pasha, Kepala BIN Marciano Norman dan Menkopolhukam Djoko Suyanto. Menurutnya, ketiga pihak tersebut, sebagai aparat negara telah asal berkomentar di media.

"Saya rasa aneh tanggapan pedas dari mereka itu," ucap Rahmad.

Rahmad menilai, sebagai aparat negara, harusnya mereka mengkroscek dulu suatu pemberitaan sebelum mengeluarkan komentarnya. Menurutnya, berbahaya apabila aparat negara asal-asalan mengeluarkan komentarnya di media.

"Apalagi sampai mengancam akan menempuh jalur hukum segala," kata Rahmad.

Sebaliknya, pihak yang meminta maaf adalah Sri Mulyono, staf PPI yang bertugas mengantar jemput Subur. Sri mengakui adanya kesalahan informasi, yakni Subur yang dijemput oleh BIN. Menurutnya, Subur tidak dijemput, melainkan datang bersama rombongan ke kantor BIN.




Editor : Ana Shofiana Syatiri
















8:10 PM | 0 komentar | Read More

Cherrybelle Langsung Cari Pengganti Anisa Rahma


Jakarta - Hengkangnya Anisa Rahma dari girlband Cherrybelle tentunya membuat girlband asal Bandung ini kini hanya mempunyai delapan personel. Untuk itu management Cherrybelle akan segera mencari pengganti Anisa dalam waktu dekat. Hal itu diungkapkan Deddy, Manager CherryBelle saat dihubungi sejumlah wartawan, Minggu (20/10) sore.


"Cherrybelle itu kan memang bersembilan. Setelah Anisa keluar, maka otomatis kami akan segera cari personel baru," ujar Dedi .


Meski personel Cherrybelle yang lain masih berharap Anisa akan kembali masuk ke Cherrybelle, namun manajemen menilai kembalinya Anisa ke Cherrybelle amatlah kecil kemungkinannya, sehingga mereka berniat mencari personel lain.


"Kalau menurut kami, kemungkinan suatu hari Anisa kembali ke Cherrybelle agak kecil ya. Soalnya kan kami akan cari personel baru, kalau Anisa mau balik lagi nantinya, kasihan dong anggota barunya," lanjut Deddy.


Ditambahkan Deddy, hengkangnya Anisa pasti akan membuat mereka agak sedikit berbeda, karena tempat Anisa tak kan pernah tergantikan dihati anak-anak Cherrybelle.


"Keputusan kami ini bukan untuk mencari pengganti Anisa ya, kami mencari personel baru karena Chibi memang harus bersembilan. Yang pasti, posisi Anisa tidak akan pernah tergantikan oleh siapapun," tuturnya.


Seperti diberitakan sebelumnya, Anisa Rahma akhirnya resmi mengundurkan diri dari girlband yang menyanyikan lagu "Dilema" itu sejak 18 Oktober lalu. Anisa beralasan ingin kembali fokus kependidikannya.


8:07 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger