Powered by Blogger.

Popular Posts Today

Pelatih Terduga Berbuat Cabul Dikonfrontir

Written By Luthfie fadhillah on Monday, January 28, 2013 | 8:53 PM




Pelatih Terduga Berbuat Cabul Dikonfrontir





Senin, 28 Januari 2013 | 20:42 WIB













JAKARTA, Kompas.com - Penyidik Polres Metropolitan Jakarta Barat mengkonfrontir pelatih tenis nasional berinisial DP dengan pelapor sekaligus atletnya yang melaporkan dugaan pelecehan seksual.

"Sudah dilakukan konfrontir antara terlapor dengan pelapornya," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Rikwanto di Jakarta, Senin (28/1/2013).

Rikwanto mengatakan penyidik kepolisian juga telah mendalami laporan dugaan tindak pelecehan seksual dengan memeriksa tujuh orang saksi. Dia menambahkan, polisi masih akan membutuhkan keterangan dari beberapa saksi, karena terdapat kekurangan berdasarkan hasil gelar perkara internal penyidik.

Senada dengan pernyataan Rikawanto, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Metro Jakarta Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Hengky Hariyadi menambahkan pihaknya masih melakukan gelar perkara untuk memperjelas penanganan kasus pelecehan seksual tersebut.

Sebelumnya, atlet tenis nasional berinisial EG (19) melaporkan pelatihnya, DP ke Polres Metro Jakarta Barat terkait dugaan pelecehan seksual berdasarkan Laporan Polisi Nomor: 991/VIII/2012/PMJ/Restro Jak Barat tertanggal 27 Agustus 2012.

EG, yang menjadi atlet tenis nasional itu sempat mendapatkan perlakukan tidak senonoh dari DP dengan cara memegang tubuh korban di salah satu hotel kawasan Jakarta Pusat pada 2010.







Editor :


Aloysius Gonsaga Angi Ebo
















8:53 PM | 0 komentar | Read More

Motto Basuki: Yang Ikut Arus Akan Cepat Mati!


JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama selama kepemimpinannya yang masih seumur jagung telah menunjukkan sikap tegasnya terhadap aparat birokrasi. Sering terlihat ia berkata-kata dengan nada tinggi dan tak segan mengancam mereka yang bersikap tidak jujur dalam pengelolaan keuangan negara. Basuki terkesan berani dalam menenantang arus birokrasi yang telah mapan selama ini.


Keberanian Basuki bukan tanpa landasan. Ketika menerima kunjungan 38 finalis Puteri Indonesia 2013 di Balaikota Jakarta, Senin (28/1/2013),
Basuki mendapat pertanyaan dari salah seorang finalis Puteri Indonesia, apa motto hidupnya.


"Yang ikut arus akan cepat mati," jawab Basuki singkat. Ia menjelaskan, untuk tidak mengikuti arus, seseorang harus berani keluar dari zona nyaman. Basuki mengimbau Puteri Indonesia untuk berani keluar dari zona nyaman.


"Hari ini panggilan bagi Puteri Indonesia untuk keluar dari zona nyaman, untuk membantu mengajak pindah warga ke Rusun Marunda. Kalau pindah sama saya, maunya ajak berantem terus," kata Basuki. Ia menyinggung soal upaya Pemprov DKI Jakarta yang berusaha memindahkan warga yang tinggal di bantaran waduk Pluit ke Rusun Marunda.


Selanjutnya, pada bagian lain, ia bertutur tentang pengalamannya mengajari anak-anaknya tentang arti miskin dan kaya. Kata Basuki, selama ini anak-anaknya selalu mengeluh dan jarang bersyukur kepada Tuhan, padahal Basuki selalu memenuhi segala kebutuhan mereka.


"Anak-anak saya, mereka naik bus yang bayar mahal. Kemudian anak saya bilang, dia paling miskin. Saya menjelaskan definisi orang yang paling kaya adalah orang yang punya semua kecuali uang yang banyak dan orang paling miskin itu mereka yang punya uang banyak tapi enggak punya semuanya," cerita Basuki.


Dengan penjelasan itu, kata dia, anak-anaknya kini dapat mensyukuri semua pemberian dan berkah yang mereka terima. Mereka tak pernah lagi mengeluh, bahkan tak segan pergi ke sekolah menggunakan bus atau angkutan umum.


"Kayak kemarin peristiwa banjir, anak saya yang besar bekerja di panti asuhan. Pikirkan mereka sebagai pemberi kerja, bukan pencari kerja. Intinya, yang penting kepekaan sosial terhadap lingkungan," kata Basuki.












8:29 PM | 0 komentar | Read More

Tommy Hindratno Dituntut Lima Tahun Penjara


JAKARTA, KOMPAS.com - Pegawai Direktorat Jenderal Pajak Tommy Hindratno dituntut hukuman lima tahun penjara ditambah denda Rp 50 juta yang dapat diganti kurungan selam dua bulan. Tommy dianggap terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dengan menerima uang Rp 280 juta dari James Gunarjo (advicer/staf pembukuan PT Agis Electronik) sebagai imbalan karena telah memberikan infomasi terkait proses penyelesaian restitusi pajak PT Bhakti Investama Tbk (PT BHIT).

Tuntutan ini dibacakan tim jaksa penuntut umum Komisi Pemberantasan Korupsi dalam persidangan yang berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (28/1/2013).

"Menuntut supaya majelis hakim Pengadilan Tipikor memutuskan terdakwa Tommy Hindratno terbukti sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana korupsi yang diatur dalam Pasal 5 Ayat 2 juncto Pasal 5 Ayat 1 huruf b Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHP sebagaimana dakwaan kedua," kata jaksa Meidi Iskandar.

Menurut jaksa, Tommy terbukti menerima uang Rp 280 juta sebagai imbalan karena telah memberikan informasi terkait proses pengajuan klaim restitusi pajak PT BHIT senilai Rp 3,4 miliar sehingga diterbitkan Surat Ketetapan Pajak Lebih Bayar (SKPLB) dan dicairkan pengembalian pajak sejumlah nilai tersebut. Padahal Tommy mengetahui kalau perbuatan itu bertentangan dengan kewajibannya sebagai pegawai Ditjen Pajak.

"Padahal selaku pegawai Ditjen Pajak, terdakwa seharusnya menjaga informasi agar tidak jatuh kepada pihak yang tidak tepat," kata jaksa Meidi.

Berdasarkan fakta persidangan, pemberian uang ini berawal saat James Gunarjo menghubungi komisaris PT BHIT Antonius Z Tonbeng yang menyampaikan kalau PT BHIT telah menerima restitusi pajak Rp 3,4 miliar pada 5 Juni 2012. Dari restitusi Rp 3,4 miliar tersebut, akan diambil Rp 340 juta dalam bentuk uang tunai untuk diberikan kepada Tommy senilai Rp 280 juta dan sisanya, Rp 60 juta diambil James. Kemudian, pada 6 Juni 2012, Tommy menelpon James dan sepakat untuk bertemu di Jakarta dalam rangka serah terima uang.

"Terdakwa berangkat dari Surabaya ke Jakarta. Begitu sampai di Bandara, terdakwa bertemu Hendi Anuranto, ayahnya dan bersama-sama naik taksi ke Rumah Sakit Saint Carolus, namun di jalan berubah pikiran dan menelepon James memintanya ke Hotel Haris, tapi karena di Hotel Haris ada CCTV maka pertemuan pindah ke restaurant rumah padang di Lapangan Ros, Tebet, Jakarta," kata jaksa.

Setelah sampai di Rumah Makan Padang, Tommy meminta James memberikan uang Rp 280 miliar yang dibungku dalam tas kertas hitam itu kepada ayahnya, Hendy.

"James kemudian menyerahkan tas hitam bertuliskan Lenor berisi uang Rp 280 juta tersebut dengan diletakkan di kaki kiri Hendy," tambah jaksa.

Setelah tas hitam diletakkan, Tommy menghampiri James. Keduanya kemudian tertangkap penyidik KPK saat meninggalkan rumah makan. Dalam kasus ini, James sudah divonis bersalah dan dijatuhi hukuman tiga tahun enam bulan penjara. Sementara, Antonius masih berstatus sebagai saksi.

Dalam menyusun tuntutan Tommy, jaksa KPK mempertimbangkan hal-hal yang meringankan dan memberatkan. Menurut jaksa, hal yang memberatkan Tommy, perbuatannya telah mencoreng nama Ditjen Pajak, tidak mendukung program pemerintah yang sedang giat-giatnya memberantas korupsi, dan Tommy tetap merasa tidak bersalah meskipun mengakui perbuatannya.

Sedangkan hal yang meringankan, Tommy bersikap sopan selama persidangan, belum pernah dihukum, dan memberikan keterangan secara terus terang sehingga mempermudah pemeriksaan dalam persidangan. Atas tuntutan ini, pihak Tommy akan membacakan pledoi atau nota pembelaan dalam persidangan selanjutnya.






Editor :


Inggried Dwi Wedhaswary









8:10 PM | 0 komentar | Read More

Amy: Raffi Syok Berat


Ibunda Raffi Ahmad Amy Qarnita

Ibunda Raffi Ahmad Amy Qarnita (sumber: Beritasatu.com/ Chairul Fikrie)




"Alhamdulillah, saya bahagian bisa bertemu Raffi. Tapi saat ditemui tadi, Raffi masih syok berat."

Jakarta -

Ibunda Raffi Ahmad, Amy Qanita mengungkapkan bahwa kondisi anaknya masih syok berat, pasca-penggerebekan Badan Narkotika Nasional (BNN) di kediamannya, Minggu (27/1) kemarin. Hal itu dikatakan Amy usai diperbolehkan menemui Raffi di kantor BNN, Senin (28/1).

"Alhamdulillah, saya bahagian bisa bertemu Raffi. Tapi saat ditemui tadi, Raffi masih syok berat," kata Amy, yang didampingi kuasa hukumnya, Sandy Arifin.

Sementara itu, saat ditanyakan tentang Wanda Hamidah, yang kini digosipkan tengah dekat Raffi, Amy segera membantah kekedekatan tersebut.

"Raffi dan Wanda cuma teman. Jadi gak benar ada apa-apanya. Raffi saat ini masih jomblo," lanjut Ibunda Raffi itu.

Hingga kini, Raffi dan ke-16 orang yang ditangkap oleh BNN masih terus menjalani pemeriksaan. BNN juga masih belum menetapkan satupun tersangka, meski telah merilis adanya lima orang yang positif mengonsumsi naarkoba.

8:07 PM | 0 komentar | Read More

KOMPAS.com - Bisnis Keuangan

KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comRedenominasi Butuh Daya TahanIHSG Mencoba KonsolidasiIndonesia Disarankan Gabung ke Trans-Pacific PartnershipRI Usung Dua Agenda dalam Pertemuan WTO di BaliJasa Marga Incar Dua Tol di SumateraPenghentian Impor Hortikultura Rugikan Konsumen dan PengusahaKadin: Penghentian Impor Hortikultura Jangan Rugikan PengusahaMari Elka Siap Paparkan Visi-Misi sebagai Dirjen WTOSmart Visa untuk Dorong Arus WisatawanGagal IPO, Ini Rencana PT Pos IndonesiaTrader Singapura Diduga Memanipulasi Nilai ForexKEN: Hapus Subsidi BBM untuk Mobil PribadiFiscal Cliff Dorong Investasi Masuk ke IndonesiaSupermarket Diwajibkan Jual Produk UMKMPeralihan ke Gas Masih Sulit


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 28 Jan 2013 19:40:07 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan Mon , 28 Jan 2013 17:54:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0810314t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah harus sanggup mempertahankan keputusan redenominasi rupiah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi Mon , 28 Jan 2013 17:32:06 UTC+0700IHSG pada perdagangan Senin, 28/1/2013, turun 20,661 poin atau 0,47 persen menjadi 4.416,937. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.Trans.Pacific.Partnership Mon , 28 Jan 2013 17:04:35 UTC+0700Indonesia seharusnya bergabung dalam Trans-Pacific Partnership, yang dimotori oleh Amerika Serikat. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.Trans.Pacific.Partnership">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.TransPacific.Partnership http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali Mon , 28 Jan 2013 16:50:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/10/1500337t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan bahwa pertemuan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 World Trade Organization WTO di Bali. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera Mon , 28 Jan 2013 16:31:36 UTC+0700PT Jasa Marga Tbk JSMR kini sedang mengincar dua proyek tol Trans Sumatera. Semua proyek tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha Mon , 28 Jan 2013 16:28:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1203127-sayur-buah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyatakan mendukung langkah pemerintah untuk menghentikan sementara kran impor 13 jenis produk hortikultura. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha Mon , 28 Jan 2013 16:23:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/01/1251243t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kamar Dagang dan Industri Kadin Indonesia sepakat impor hortikoltura dihentikan. Hal ini akan melindungi pengusaha hortikultura di tanah air. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.Visi.Misi.sebagai.Dirjen.WTO Mon , 28 Jan 2013 16:13:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyatakan kesiapannya untuk memaparkan visi dan misi sebagai direktur jenderal WTO. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.Visi.Misi.sebagai.Dirjen.WTO">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.VisiMisi.sebagai.Dirjen.WTO http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan Mon , 28 Jan 2013 16:04:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan global, diperlukan strategi smart visa. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia Mon , 28 Jan 2013 15:41:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/17/1020144t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Pos Indonesia Persero gagal melakukan penawaran saham perdana IPO tahun ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex Mon , 28 Jan 2013 15:12:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/21/1147586t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hasil review internal oleh sejumlah bank Singapura, ditemukan bukti bahwa para trader memanipulasi nilai tukar acuan di pasar mata uang. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi Mon , 28 Jan 2013 14:44:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/13/1344497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Komite Ekonomi Nasional KEN Chairul Tanjung tetap mengusulkan kepada pemerintah agar menghapus subsidi BBM untuk mobil pribadi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia Mon , 28 Jan 2013 14:10:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/06/1325407t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengamat Ekonomi, Aviliani menyatakan Fiscal Cliff AS akan memberikan nilai positif terhadap iklim investasi di Indonesia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM Mon , 28 Jan 2013 14:02:22 UTC+0700Pemerintah Kota Magelang tampaknya serius melindungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM di tengah menjamurnya toko-toko modern yang berdiri <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit Mon , 28 Jan 2013 13:30:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/06/1340094t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalihan massal dari BBM ke gas di Indonesia masih sulit dilakukan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit


KOMPAS.com - Bisnis KeuanganKOMPAS.comRedenominasi Butuh Daya TahanIHSG Mencoba KonsolidasiIndonesia Disarankan Gabung ke Trans-Pacific PartnershipRI Usung Dua Agenda dalam Pertemuan WTO di BaliJasa Marga Incar Dua Tol di SumateraPenghentian Impor Hortikultura Rugikan Konsumen dan PengusahaKadin: Penghentian Impor Hortikultura Jangan Rugikan PengusahaMari Elka Siap Paparkan Visi-Misi sebagai Dirjen WTOSmart Visa untuk Dorong Arus WisatawanGagal IPO, Ini Rencana PT Pos IndonesiaTrader Singapura Diduga Memanipulasi Nilai ForexKEN: Hapus Subsidi BBM untuk Mobil PribadiFiscal Cliff Dorong Investasi Masuk ke IndonesiaSupermarket Diwajibkan Jual Produk UMKMPeralihan ke Gas Masih Sulit


Notice: Undefined index: HTTP_USER_AGENT in /www/cyb2-wskcwp-02/public_html/kompascom2011/index.php on line 13
http://www.kompas.com/ News and Service Mon , 28 Jan 2013 19:40:07 +0000 id 2013 Kompas Cyber Media hourly 1 http://www.kompas.com http://www.kompas.com/data/images/logo_kompas_putih.gif 144 20 KOMPAS.com, Lebih Lengkap, Lebih Luas http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan Mon , 28 Jan 2013 17:54:17 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/06/26/0810314t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pemerintah harus sanggup mempertahankan keputusan redenominasi rupiah. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17541783/Redenominasi.Butuh.Daya.Tahan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi Mon , 28 Jan 2013 17:32:06 UTC+0700IHSG pada perdagangan Senin, 28/1/2013, turun 20,661 poin atau 0,47 persen menjadi 4.416,937. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17320681/IHSG.Mencoba.Konsolidasi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.Trans.Pacific.Partnership Mon , 28 Jan 2013 17:04:35 UTC+0700Indonesia seharusnya bergabung dalam Trans-Pacific Partnership, yang dimotori oleh Amerika Serikat. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.Trans.Pacific.Partnership">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/17043510/Indonesia.Disarankan.Gabung.ke.TransPacific.Partnership http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali Mon , 28 Jan 2013 16:50:45 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/10/1500337t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Perdagangan Gita Wirjawan menegaskan bahwa pertemuan Konferensi Tingkat Menteri ke-9 World Trade Organization WTO di Bali. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16504535/RI.Usung.Dua.Agenda.dalam.Pertemuan.WTO.di.Bali http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera Mon , 28 Jan 2013 16:31:36 UTC+0700PT Jasa Marga Tbk JSMR kini sedang mengincar dua proyek tol Trans Sumatera. Semua proyek tersebut diharapkan bisa terealisasi tahun ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16313679/Jasa.Marga.Incar.Dua.Tol.di.Sumatera http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha Mon , 28 Jan 2013 16:28:13 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2013/01/12/1203127-sayur-buah-t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kamar Dagang dan Industri Indonesia menyatakan mendukung langkah pemerintah untuk menghentikan sementara kran impor 13 jenis produk hortikultura. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16281345/Penghentian.Impor.Hortikultura.Rugikan.Konsumen.dan.Pengusaha http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha Mon , 28 Jan 2013 16:23:54 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/02/01/1251243t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Kamar Dagang dan Industri Kadin Indonesia sepakat impor hortikoltura dihentikan. Hal ini akan melindungi pengusaha hortikultura di tanah air. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16235414/Kadin.Penghentian.Impor.Hortikultura.Jangan.Rugikan.Pengusaha http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.Visi.Misi.sebagai.Dirjen.WTO Mon , 28 Jan 2013 16:13:27 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Mari Elka Pangestu menyatakan kesiapannya untuk memaparkan visi dan misi sebagai direktur jenderal WTO. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.Visi.Misi.sebagai.Dirjen.WTO">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16132772/Mari.Elka.Siap.Paparkan.VisiMisi.sebagai.Dirjen.WTO http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan Mon , 28 Jan 2013 16:04:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/11/09/1945497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Untuk mendongkrak arus kunjungan wisatawan global, diperlukan strategi smart visa. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/16040663/Smart.Visa.untuk.Dorong.Arus.Wisatawan http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia Mon , 28 Jan 2013 15:41:11 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/04/17/1020144t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">PT Pos Indonesia Persero gagal melakukan penawaran saham perdana IPO tahun ini. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15411142/Gagal.IPO..Ini.Rencana.PT.Pos.Indonesia http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex Mon , 28 Jan 2013 15:12:57 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/01/21/1147586t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Hasil review internal oleh sejumlah bank Singapura, ditemukan bukti bahwa para trader memanipulasi nilai tukar acuan di pasar mata uang. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/15125765/Trader.Singapura.Diduga.Memanipulasi.Nilai.Forex http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi Mon , 28 Jan 2013 14:44:43 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2011/10/13/1344497t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Ketua Komite Ekonomi Nasional KEN Chairul Tanjung tetap mengusulkan kepada pemerintah agar menghapus subsidi BBM untuk mobil pribadi. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14444317/KEN.Hapus.Subsidi.BBM.untuk.Mobil.Pribadi http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia Mon , 28 Jan 2013 14:10:37 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/06/1325407t.jpg" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengamat Ekonomi, Aviliani menyatakan Fiscal Cliff AS akan memberikan nilai positif terhadap iklim investasi di Indonesia. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14103736/Fiscal.Cliff.Dorong.Investasi.Masuk.ke.Indonesia http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM Mon , 28 Jan 2013 14:02:22 UTC+0700Pemerintah Kota Magelang tampaknya serius melindungi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah UMKM di tengah menjamurnya toko-toko modern yang berdiri <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/14022261/Supermarket.Diwajibkan.Jual.Produk.UMKM http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit Mon , 28 Jan 2013 13:30:06 UTC+0700<img src="http://assets.kompas.com/data/photo/2012/03/06/1340094t.JPG" align="left" hspace="7" width="120" height="90">Pengalihan massal dari BBM ke gas di Indonesia masih sulit dilakukan. <a href="http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit">[...]</a> http://bisniskeuangan.kompas.com/read/xml/2013/01/28/13300621/Peralihan.ke.Gas.Masih.Sulit


8:02 PM | 0 komentar | Read More

Liga Pertamina U-16 Dimulai 3 Februari

Written By Luthfie fadhillah on Sunday, January 27, 2013 | 8:53 PM




Liga Pertamina U-16 Dimulai 3 Februari





Penulis : Fabio Lopes | Minggu, 27 Januari 2013 | 19:33 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com -  Kompetisi sepak bola U-16 yang diselenggarakan oleh Pertamina akan diluncurkan pada 3 Februari 2013. Rencananya, kompetisi tersebut dikuti 14 tim se-Jabodetabek.




Kami akan mengambil delapan tim terbaik di Liga Kompas U-14 dan sisanya akan diseleksi di wilayah se-Jabodetabek. Tepat pada 16 Februari akan dimulai pertandingannya di lapangan Sentul City.


-- Hadi Rahmaddani




Hadi Rahmaddani, Direktur Pertamina Soccer School, di Jakarta, Minggu (27/1/2013), menjelaskan, pihaknya masih mendata dan menyaring tim-tim yang akan mengikuti kompetisi tersebut.


"Kami akan mengambil delapan tim terbaik di Liga Kompas U-14 dan sisanya akan diseleksi di wilayah se-Jabodetabek. Tepat pada 16 Februari akan dimulai pertandingannya di lapangan Sentul City," ujar Hadi.


Ia menambahkan, Liga Pertamina U-16 bertujuan untuk terus mengembangkan bakat para pemain muda ini secara berjenjang.


"Dengan hadirnya kompetisi ini, pembinaan para belia ini terus berkelanjutan dan tidak hanya berhenti di satu kompetisi saja seperti Liga Kompas ini," kata dosen olahraga di Universitas Negeri Jakarta ini.



















8:53 PM | 0 komentar | Read More

Jokowi Bantu Wanita yang Pingsan Saat Antre




Banjir di Jakarta


Jokowi Bantu Wanita yang Pingsan Saat Antre





Penulis : Zico Nurrashid Priharseno | Minggu, 27 Januari 2013 | 18:46 WIB












JAKARTA, KOMPAS.com — Seorang wanita jatuh pingsan di tengah kerumunan warga di Jalan Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara, yang sedang mengantre untuk mendapatkan sumbangan dari Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo, Minggu (27/1/2013) siang.

Melihat peristiwa itu, Jokowi langsung menolong wanita itu dan membawanya ke tempat lebih lapang. Sengatan sinar matahari di antara kerumunan warga menyebabkan wanita ini semaput. Jokowi pun membantunya untuk pindah ke sebuah warung di dalam gang.

"Gimana, sudah siuman belum? Dikasih minum dong, sama diolesi minyak kayu putih," kata Jokowi sambil mengamati kondisi si ibu.

Setelah membantu wanita itu dan memastikan kondisinya telah membaik, Jokowi kembali membagikan paket bantuan. Paket bantuan yang diberikan Jokowi berisi satu set seragam sekolah dan lima buku tulis. Barang-barang itu diangkut menggunakan truk satuan polisi pamong praja.






Editor :


Glori K. Wadrianto















8:29 PM | 0 komentar | Read More

Rebutan Hary Tanoe, Parpol Pentingkan Modal Finansial


JAKARTA, KOMPAS.com - Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widyoko mengatakan, menjelang Pemilu 2014 akan banyak celah untuk praktek korupsi. Partai politik, menurutnya, lebih mementingkan modal finansial ketimbang sosial dan integritas.


"Ada problem di politik kita, uang menjadi sangat penting. Kita harus dorong jangan praktik politik uang. Politik bukan cuma soal uang. Ada modal sosial," ujar Danang saat diskusi "Mengulas Dugaan Mengakarnya Budaya Kolusi di Lembaga Tinggi Negara" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (27/1/2013).


Salah satu bukti kuat, kata Danang, ketika Bos MNC Group Hary Tanoesoedibjo mengundurkan diri sebagai Ketua Dewan Pakar Partai NasDem. Begitu keluar, parpol lain menyambut dengan tangan terbuka jika Hary ingin bergabung.


"Contohnya Hary Tanoe, ketika keluar Nasdem, seperti Hanura, Golkar mengaku siap membuka, kalau aktivis yang memiliki kompetensi enggak ada yang menyambut. Kok, cuma Hary? berarti yang dilihat uangnya saja. Uang menjadi sangat penting," terangnya.


Seperti diberitakan, Hary Tanoesoedibjo mengundurkan diri dari Partai Nasional Demokrat. Hary mengaku ingin mempertahankan kepengurusan saat ini yang diisi orang muda. Mundurnya bos MNC Group itu dinilai banyak pihak akan mengurangi sumber dana Partai Nasdem.


Modal besar Hary Tanoe pun dinilai memikat sejumlah parpol. Partai Golkar dan Demokrat menyatakan terbuka jika Hary ingin bergabung. Bahkan Hanura menyatakan siap menggelar karpet merah untuk Hary.


Tidak hanya partai-partai berhaluan nasionalis, partai benapaskan Islam bahkan juga mulai ikut-ikutan menyatakan diri siap menampung Hary Tanoe, seperti Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). PKB yang tengah terseok dalam berbagai survei ini bahkan sudah mengajak Hary Tanoe bergabung melalui pernyataan terbuka yang dibuat Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar. Bahkan, Muhaimin mengatakan Hary Tanoe akan ditawari posisi dewan pakar di partai yang dipimpinnya itu.






Editor :


Erlangga Djumena









8:10 PM | 0 komentar | Read More

Ibu Zaskia Yakin Anak dan Menantunya Tidak Berpesta Narkoba di Rumah Raffi


Shireen Sungkar bersama Zaskia Sungkar

Shireen Sungkar bersama Zaskia Sungkar (sumber: beritasatu/Teddy Kurniawan)




Jakarta - Ibunda Zaskia Sungkar, Fanny Bauty, menyangkal keterlibatan Zaskia dan Irwansyah dalam ajang yang diduga sebagai pesta narkoba di rumah artis Raffi Ahmad, Minggu (27/1) dini hari tadi.

Seperti yang diberitakan sebelumnya Badan Narkotika Nasional (BNN) menggerebek rumah Raffi pagi tadi, menangkap si empunya rumah dan 16 rekannya yang diduga sedang berpesta di rumah di kawasan Lebak Bulus, Jakarta Selatan itu. Dua dari belasan orang yang ditangkap adalah Zaskia Sungkar dan suaminya Irwansyah.

"Memang benar bahwa Zaskia dan Irwansyah sedang ada dirumah Raffi. Tapi kedatangan mereka untuk meminta tanda tangan Raffi untuk ikut acarnya Nizam," Jelas Fenny Bauty melalui BlackBerry Messenger.

Lebih lanjut Fenny mengatakan bahwa Zaskia dan Irwansyah terpaksa ke rumah Raffi pada dini hari, karena Raffi akan berangkat Umroh.

"Jadi selesai syuting mereka ke sana. Mereka ke sana ngejar Raffi untuk minta tanda tangan karena Raffi akan pergi Umroh," lanjut Fenny.

Fenny mengklaim bahwa ketika Zaskia dan Irwansyah datang sedang ada penggerebekan di rumah Raffi.

"Jadi saat baru sampai, di rumah Raffi sedang dilakukan penggerebekan. Ya mau enggak mau mereka juga akhirnya dibawa ke BNN karena mereka ada di sana," ungkap Fenny.

Fenny meyakini bahwa putrinya Zaskia dan Suaminya Irwansyah tidak memakai Narkoba.

"Saya meyakini bahwa Zaskia dan Irwansyah tidak memakai narkoba. Saya meyakini mereka hanya apes saja," ungkap dia.

8:07 PM | 0 komentar | Read More

Muatan Ikan Biasa Dialihkan di Tengah Laut


JAKARTA, KOMPAS.com - Pengalihan muatan ikan ke sesama kapal penangkap ikan di tengah laut sudah lama dipraktikkan kapal penangkap ikan dan cumi-cumi berbobot mati di atas 20 gross ton. Alih muatan itu dilakukan sesuai permintaan dari pengusaha pemilik kapal.


Demikian diakui sejumlah juru mudi kapal dan awak kapal di Dermaga Muara Angke, Jakarta Utara, Sabtu (26/1/2013).


Suryo, juru mudi kapal penangkap cumi-cumi berbobot mati 38 gross ton (GT) mengatakan, alih muatan ikan maupun cumi-cumi di tengah laut biasa dilakukan oleh kapal dari pemilik yang sama. Memang sudah lazim bahwa seorang pengusaha memiliki beberapa kapal.


"Jika ada kapalnya yang mau kembali ke dermaga, maka hasil tangkapan dari kapalnya yang lain dialihkan ke kapal yang mau pulang," tuturnya. Untuk alih muatan, biasanya pengusaha pemilik kapal akan terlebih dahulu memberitahu juru mudi kapal yang masih berlayar.


Setelah menerima informasi dari pemilik kapal, kapal pun akan merapat dan melakukan alih muatan di tengah laut.


"Kami hanya mengikuti perintah bos," ujar Suryo. Selain alih muatan antar-kapal dari pemilik yang sama, juga biasa dilakukan alih muatan antar-kapal dari pemilik yang berbeda. Menurut Suryo, alih muatan itu merupakan bentuk kerja sama antar-pengusaha pemilik kapal. Suryo menambahkan, alih muatan kapal di tengah laut itu wajar. Sebab, sebuah kapal penangkap ikan maupun cumi-cumi berlayar selama 2-3 bulan. Perbekalan yang dibawa pun disesuaikan dengan jangka waktu berlayar. "Kalau perbekalan masih cukup, biasanya hasil tangkapan dialihkan ke kapal yang mau pulang," ungkapnya.


Ipin, awak kapal penangkap ikan berbobot mati 27 GT mengatakan, alih muatan ikan ke sesama kapal penangkap ikan di tengah laut biasanya tanpa disertai transaksi jual beli. Pasalnya, alih muatan itu hanya sebagai penitipan. "Dengan mengalihkan muatan kami menitip ikan yang kami tangkap ke kapal lain untuk dibawa ke dermaga," katanya.


Selama ini, menurut Ipin, alih muatan tidak pernah dilakukan kepada kapal asing. Alih muatan dilakukan hanya ke sesama kapal Indonesia. "Kami hanya melakukan alih muatan ke sesama kapal penangkap ikan dari dermaga Muara Angke," ujarnya.


Seperti diberitakan Kompas Sabtu (26/1), Anggota Dewan Pembina Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia Riza Damanik berkomentar soal alih muatan ikan di tengah laut sebagaimana tertuang dalam Pasal 69 Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan (Permen-KP) Nomor 30 Tahun 2012 tentang Usaha Perikanan Tangkap di Wilayah Pengelolaan Perikanan RI.


Menurut Riza, alih muatan ikan ke kapal penangkap ikan seharusnya dilarang karena rentan menimbulkan tindakan manipulatif. Pada kenyataannya, tidak semua kapal penangkap ikan biasa melakukan alih muatan di tengah laut.


Faizin, awak kapal penangkap ikan berbobot mati 98 GT mengatakan bahwa kapalnya tidak pernah melakukan alih muatan di tengah laut. "Kapal kami selalu bongkar muatan di dermaga," ujarnya. 












8:02 PM | 0 komentar | Read More
techieblogger.com Techie Blogger Techie Blogger